Sejarah Malioboro Di Kota Jogja - Kakuda History

Sejarah Malioboro Di Kota Jogja

Sejarah Malioboro Di Kota Jogja - Kakuda History

Kakuda History - Malioboro yaitu detak jatung keramaian kota Yogyakarta yg terus berdegup kencang menuruti kemajuan masa. Histori penamaan Malioboro ada dua vs yg cukup melegenda, pertama diambil dari nama satu orang bangsawan Inggris ialah Marlborough, satu orang residen Kerajaan Inggris di kota Yogjakarta dari tahun 1811 M sampai 1816 M. Vs ke dua dalam bahasa sansekerta Malioboro bermakna “karangan bunga” disebabkan tempat ini dahulunya dipenuhinya dengan karangan bunga setiap waktu Kraton mengerjakan perayaan. Lebih dari 250 tahun yang silam Malioboro udah menjelma berubah menjadi media aktivitas ekonomi lewat suatu pasar tradisionil pada waktu pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Dari tahun 1758 – saat ini Malioboro masih tetap bertahan dengan detak jantung jadi daerah perdagangan serta berubah menjadi salah satunya wilayah yg jadi wakil muka kota Yogyakarta. 

Sebelum Di Bangun 

Sebelum berubah jadi jalanan yg ramai, Malioboro sebatas ruas jalan yg sepi dengan pohon asam tumbuh di kanan serta kirinya. Jalan ini cuma dilalui oleh penduduk yg ingin ke Keraton atau kompleks daerah Indische pertama di Jogja seperti Loji Besar (Benteng Vredeburg) , Loji Kecil (daerah di sisi Gedung Agung) , Loji Kebon (Gedung Agung) , ataupun Loji Setan. Akan tetapi kehadiran Pasar Gede atau Pasar Beringharjo disamping selatan dan ada permukiman etnis Tionghoa di wilayah Ketandan semakin lama mengungkit perekonomian di daerah itu. Grup Tionghoa membuat Malioboro jadi kanal bisnisnya, sampai daerah perdagangan yg mulainya berpusat di Beringharjo serta Pecinan selanjutnya meluas menuju utara sampai Stasiun Tugu. 

Daerah Wilayah Malioboro 

Daerah Malioboro dekat sama object wisata histori yang lain yg banyak sekali menyimpan narasi histori yg menarik. Seusai anda belanja di Malioboro anda dapat menyambung mendatangi object wisata lain yg jaraknya cukup dekat. Tempat serta object wisata itu seperti berliburan arsitektur peninggalan kolonial Belanda serta wisata berbelanja tradisionil yang lain. Object wisata histori yg bersisihan dengan Malioboro seperti : Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo serta Kampung Kauman. Wisata Arsitektur peninggalan kolonial di Yogyakarta yg masih dapat ditonton seperti Gedung Siciatet ( saat ini berubah menjadi Taman Budaya ) , Bank Indonesia, Hotel Inna Garuda serta Bank BNI’46. Dan wisata berbelanja tradisionil yg cukup bersisihan dengan Malioboro ada di Pasar Ngasem serta Pasar Beringharjo. Ada pun perpustakaan umum punya Pemerintah Propinsi DIY untuk turis yg senang membaca. 

Kondisi Di Malioboro 

Kesibukan turis di Malioboro bukan hanya pada siang hari saja, namun di daerah Malioboro ini kesibukan wisata terus akan berbuntut karena ada nuansa makan malam yg disajikan warung-warung yg banyak muncul waktu malam hari, terpenting seusai waktu 21. 00 WIB. Sembari memakan santapan di warung lesehan Malioboro, turis bakal dihibur oleh musisi jalanan yg mendatangi lesehan itu sembari mengalunkan lagu-lagu spesifik. Malioboro terus cerita dengan kisahnya, dari pagi hingga saat larut malam terus berdegup iringi kesibukan yg silih berpindah. Walau saat ini makin bertambah beberapa tempat pariwisata baru yang lain di Jogja yg bertambah hari bertambah terespos contohnya pantai Watu Lumbung di Gunung Kidul , Pantai Glagah di Kulon Progo serta pelbagai object wisata baru yang lain di Jogja , itu semua gak kurangi animo turis yg mau bertandang ke Malioboro dimana suguhan-suguhan unik kota Yogya ada di tempat ini . Malioboro udah berubah menjadi ruh kehidupan kota Yogya yg membuatnya tempat yg mesti di singgahi disaat tengah liburan di Kota Gudeg ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Sepeda Dan Hadirnya Ke Indonesia - Kakuda History

Sejarah Perang Dunia I Secara Singkat - Kakuda History

Sejarah Kipas Angin Secara Lengkap - Kakuda History