Penemuan Gelas Kaca Terlengkap - Kakuda History

Penemuan Gelas Kaca Terlengkap

Penemuan Gelas Kaca Terlengkap - Kakuda History

Kakuda History  - Kaca sebagai bahan lutsinar, kuat, tahan hakis, lengai, serta dengan cara biologi sebagai bahan yg tak aktif, yg bisa dibuat berubah menjadi permukaan yg tahan serta licin. Tanda-tanda ini membuat kaca jadi bahan yg begitu berfaedah. Bagian khusus kaca merupakan silika. Silika merupakan galian yg mengandungi silikon dioksida. Nama IUPAC silikon dioksida merupakan silikon (IV) oksida. Silika bentuk dengan cara semulajadi dalam pasir. 

Awal Ditemukannya Kaca

Kaca sebagai bahan pejal sekata, kebanyakan terbuat seandainya bahan cair tak berkristal disejukkan dalam sekejap, dengan itu tak berikan cukup saat buat jaringan kekisi kristal biasa terbuat. 

Kaca biasa kebanyakan terdiri ketimbang silikon dioksida (SiO2) , sebagai sebatian kimia yg mirip dengan kuarza, atau berbentuk polihabluran, pasir. Silika tulen miliki babak lebur lebih kurang 2000 Selsius, jadi dua bahan lain kerap dicampurkan terhadap pasir dalam pengerjaan kaca. Satu daripadanya yaitu soda (sodium karbonat Na2CO3) , atau potasy, sama dengan sebatian kalium karbonat, yg turunkan babak lebur terhadap lebih kurang 1000 Selsius. Bagaimanapun juga, bahan soda membuat kaca larut, jadi kapur (kalsium oksida, CaO) sebagai bahan ke-tiga, ditambah buat membuat kaca tak larut. 

Silikon (IV) oksida merupakan molekul kovalen raksasa. Oleh itu, silikon (IV) oksida butuh banyak tenaga haba buat menanggulangi tiap-tiap ikatan kovalen di antara atom dalam susunan raksasa. Jadi, silikon (IV) oksida miliki takat lebur yg begitu tinggi, iaitu 1710 C. Dalam silikon (IV) oksida, tiap-tiap atom silikon diikat dengan cara kovalen terhadap 4 atom oksigen berbentuk tetrahedron dengan pojok di antara ikatan 109. 5 . Unit itu ulangi dengan cara tak terhingga dengan tiap-tiap atom oksigen terikat terhadap 2 atom silikon buat membuat molekul kovalen raksasa seperti susunan berlian. Kaca sebagai bahan pejal sekata, kebanyakan terbuat seandainya bahan cair tak berkristal disejukkan dalam sekejap, dengan itu tak berikan cukup saat buat jaringan kekisi kristal biasa terbuat. 

Salah satunya ciri kaca yaitu dia lutsinar. Pembawaan lutsinar diakibatkan kaca terdiri ketimbang bahan yg tak miliki situasi pergantian garisan atomik dalam tenaga sinar. Pun diakibatkan kaca yaitu sekata pada babak gelombang yg tambah besar ketimbang sinar, ketidaksekataan sebabkan sinar terbias, menghalang pemancaran imej. Kaca tulen bisa jadikan demikian lutsinar sehinggakan beratus km. kaca bisa ditembusi gelombang sinar infra dalam kabel gentian optik. 

Kaca biasa miliki paduan bahan lain buat mengedit cirinya. Kaca bertimah hitam yaitu lebih berkilauan, kerana penambahan index pantulannya, sesaat boron ditambah untuk mengedit ciri terma serta elektriknya, seperti Pyrex. Menaikkan barium pun menambah indeks pantulannya, serta serium dimanfaatkan dalam kaca yg menyerap tenaga infra. Logam oksida pun ditambah untuk menukarkan warna kaca. Penambahan soda atau potash turunkan babak lebur, sesaat mangan ditambah untuk mengenyahkan warna yg tak diidamkan. Kaca berwarna dibuat dengan berbaur dengan dikit oksida logam pergeseran. Umpamanya, oksida mangan bakal membuahkan warna ungu, oksida kuprum serta kromium berikan warna hijau, serta oksida kolbalt berikan warna biru. 

Soda atau sodium karbonat, Na2CO3 yg turunkan babak lebur terhadap lebih kurang 1000 C. Bagaimanapun juga, bahan soda membuat kaca larut, jadi kapur (kalsium oksida, CaO) kebanyakan ditambah buat membuat kaca tak larut. Kaca kadang-kala terbuat dengan cara awalnya jadi ketimbang lava gunung berapi berbentuk obsidia. 

Penemuan Gelas

Abbas Ibnu Firnas (810-887). Nama selengkapnya yaitu Abbas Qasim Ibnu Firnas. Orang Barat biasa memanggilnya dengan istilah Armen Firman. Hakikatnya, ia demikian digemari banyak orang jadi pemuka pada dunia penerbangan. Ilmuwan yg terlahir di Ronda, Spanyol pada tahun 810 M itu diketahui jadi oahli dalam sektor kimia serta punyai sifat yg humanis, kreatif, serta kerapkali membuat barang- barang berteknologi baru kala itu. 

Salah satunya penemuannya yg termasuk benar-benar penting yaitu pengerjaan kaca silika dan kaca murni gak berwarna. Ibnu Firnas di kenal juga jadi ilmuwan pertama yg menghasilkan kaca dari pasir serta batu-batuan. Kejernihan kaca atau gelas yg diciptakannya itu mengundang decak terpesona penyair Arab, Al-Buhturi (820-897) . described the clarity of such glass, “Its colour hides the glass as if it is standing in it without a container. ”

Sarjana Muslim yg kegemaran main musik serta berpuisi itu hidup ketika pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia.  Pada tahun 852, dibawah pemerintahan khalifah baru, Abdul Rahman II, Ibnu Firnas bikin pengumuman yg menghebohkan penduduk Cordoba kala itu ia melaksanakan percobaan terbang dari menara Masjid Mezquita dengan memanfaatkan `sayap’ yg dipasangkan di tubuhnya. 

Jabir Ibnu Hayyan 

Gak kurang dari 200 kitab sukses dituliskannya. Sejumlah 80 kitab yg ditulisnya itu mengulas serta kupas seluk-beluk pengetahuan kimia. Atas prestasinya itu, ilmuwan kebanggaan umat Islam yg bernama komplet Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan itu didapuk jadi pelatak basic kimia kekinian. 
Ilmuwan yg terlahir di Tus, Khurasan, Iran pada 721 M itu pun ikut berperan meningkatkan kaca atau gelas. Pada zaman ke-8 M, pakar kimia itu dengan cara mengagetkan udah memperjelas gak kurang dari 58 resep orisinal buat menghasilkan gelas atau kaca berwarna. Rumus pengerjaan kaca berwarna itu dituliskannya dalam dua kitab yg dituliskannya saat hidup. 

Dalam Kitab al-Durra al-Maknuna atau The Book of the Hidden Pearl , ia kupas sejumlah 46 rumus atau formula buat menghasilkan kaca atau gelas dari sisi pandang kimia. Sejumlah 12 resep atau rumus pengerjaan kaca atau gelas yang lain dijabarkan Ibnu Hayyan dalam Kitab Al-Marrakishi. 

Ibnu Sahl 

Nama selengkapnya dalah Abu Sa`d al-`Ala’ ibnu Sahl (940-1000) . Ia yaitu pakar matematika Muslim juga sekaligus insinyur yg mengulas studi terkait optik. Ia mempersembahkan dirninya di Istana kehalifahan di Baghdad. Lebih kurang tahun 984, ia menulis risalah berjudul On Burning Instrument . Dialah ilmuwan yg pertama memperjelas terkait cermin parabola. Atas perannya itu, dunia Islam tersebut jadi yg pertama membuat kaca cermin yang pasti. hri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Sepeda Dan Hadirnya Ke Indonesia - Kakuda History

Sejarah Perang Dunia I Secara Singkat - Kakuda History

Sejarah Kipas Angin Secara Lengkap - Kakuda History